Friday, September 26, 2014

Ringkasan materi 26 september 2014

SESI 1


MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA


Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia
- Afektivitas yang membuat manusia "berada" di dunia berpartisipas dengan orang lain.
- Afektivitas lah yang mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
- Afektivitas termasuk kegiatan yang kompleks.
Cinta = Buah afektivitas positif
Benci = Buah afektivitas negatif

Cinta Utilitaris / bermanfaat
Obyek yang dianggap berguna apabila subyek mencintainya.

Hasrat - hasrat Jiwa menurut Thomas Aquinas
Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda-beda menurut bagaimana subyek yang menguasai obyek.

Yang bukan perbuatan afektif
- Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan dan Cinta mendahului perbuatan-perbuatan.
- Afektivitas disamakan dengan kesanggupan merasa.

Yang merupakan perbuatan afektif
- Hidup afektif atau afektivitas : Seluruh perbuatan afektif yang dilakukan yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya
- Perbuatan afektif mirip dengan "Perbuatan Mengenal" karena dianggap perbuatan vital atau imanen.

Kondisi afektivitas manusia 
- Perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya.

Cinta akan diri, sesama dan Tuhan
- Orang sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.
- Egoisme menolak setiap perhatian otentik pada orang laindan hanya mengambil untung dari apa saja.
- Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing.
- Ia adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi.


Sumber : Power Point ringkasan Bpk. Dr Raja Oloan Tumanggor


Dialog Imajinatif

Suatu siang yang terik, Goldy berjalan menyusuri taman kota. Uang persediaan untuk bulan ini sudah habis. Hanya 5 ribu uang yang ia punya sekarang, tidak cukup untuk makan bersama istri dan kedua anaknya. Beberapa bulan yang lalu Godly terkena PHK dan sampai saat ini susah sekali mencari pekerjaan. Setelah mengitari taman cukup lama, ia memperhatikan seorang perempuan sedang menikmati makan siang. Perhatian Goldy tertuju pada dompet perempuan itu yang diletakkan di atas meja.

Mata : “Itu! Ada dompet tergeletak di atas meja itu, pemiliknya sedang asik menyantap makanannya dan tidak memperhatikan sekitar.”
Jiwa : “Apa maksudmu mengatakan itu mata?
Mata : “Hei jiwa! Kamu tahu kan pemilik kita sedang kekurangan uang. Aku sudah lelah seharian ini bekerja dengan fokus.”
Kaki : “Ya mata, kamu benar. Aku juga sudah lelah berjalan terus sejak pagi tadi.”
Perut :”Aku juga lelah dan butuh makanan.”
Kaki : “Mata, kamu harus tetap mengawasi dompet dan lingkungan sekitar”
Mata : “Ya, tapi aku butuh tangan. Tangan kamu akan mengambil dompet itu ketika aku memerintahkanmu.”
Tangan : “Iya, Mata aku siap menerima perintah darimu.”
Jiwa : “Hei! Apa sih yang ingin kalian lakukan?”
Mata : “Tentu saja mengambil dompet itu Jiwa.”
Jiwa : “Tuhan tidak mengindahkan perbuatan mencuri!”
Perut : “Tidak untuk saat ini Jiwa, aku benar - benar butuh makan.
Jiwa : “Tidak, tidak! Tidak ingatkah kalian Firman Tuhan mengatakan ‘Jangan mencuri’? Ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan uang.
Tangan : “Kita sudah tidak memiliki harapan lagi Jiwa, susah sekali mencari uang. Aku sudah lelah terus menggenggam surat lamaran ini.”
Jiwa : “Tentu saja masih ada harapan. Tuhan tidak memberikan kita roh ketakutan tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Mata : “Perempuan itu akan meninggalkan tempat ini, dia lupa mengambil dompetnya!”
Badan (Tangan, Perut, Kaki)        : “Ayo cepat!”
Jiwa : “Jangan kalian mengambil dompet itu badan!

Goldy segera melangkahkan kakinya, tangannya meraih dompet yang tergeletak diatas meja.

Tangan : “Ayo cepat lari kaki! Sebelum dilihat orang lain!”
Jiwa : “ Jangan kaki, ingat uang ini bukan uang yang halal. Tidak akan menjadi berkat bagi  keluarga pemilik kita.”

Goldy menghentikan langkahnya ketika mendekati perempuan tersebut dan mengembalikan dompet itu. Sang pemilik dompet berterimakasih dan memberikan imbalan juga tawaran kerja karena kejujuran Goldy.

Jiwa : “Lihat, pengharapan itu adalah sauh yang kuat bagi kita. Seharusnya kalian tidak memikirkan untuk mengambil dompet itu sama sekali. Pada akhirnya kebaikan akan mendatangkan suatu keuntungan.  Setidaknya uang yang kamu dapat bisa untuk membeli makanan.”
Badan : "Iya jiwa kamu benar, maafkan kami. Sekarang kami sadar perbuatan mencuri itu tidak baik."
Jiwa : "Iya tidak apa-apa badan, yang penting sekarang kalian sudah sadar bahwa mencari itu perbuatan yang tidak baik. Mulai sekarang kita harus hidup dalam kejujuran."

Goldy merasa bersyukur telah mendengarkan kata hati nuraninya, sekarang uang ini dapat ia gunakan untuk membeli makanan untuk keluarganya dan ia pun kembali bersemangat untuk
melamar pekerjaan. 



Sumber gambar : http://bit.ly/1BdXy8W

Thursday, September 25, 2014

Ringkasan materi 25 september 2014

FILSAFAT MANUSIA : Jiwa dan Badan 

Badan dan Jiwa adalah satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Kesatuan keduanya membentuk kebutuhan pribadi manusia.

Monisme
Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah.

3 bentuk aliran 
1. Materialisme 
Menempatkan materi sebagai dasar segala hal yang ada (fisikalisme).
Manusia juga bersumber pada materi dan tidak pernah melampaui potensi jasmaninya,

2. Teori Identitas
Menekankal hal berbeda dari materialisme tapi mengkaui aktivitas mental manusia. Yang menjadi ciri khas manusia. 
Letak perbedaan jiwa san badan hanya pada arti bukan referensi.

3. Idealisme 
Ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna hanya punya arti bila dihubungkan dengan sesuatu yang imaterial yaitu jiwa.

DUALISME
Badan dan jiwa adalah dua elemen yang berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada didalam pengertian dan objek.

4 cabang 
1. Interaksionisme
Fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa.
Peristiwa mental menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.xxxxxxxx

2. Okkasionalisme
Memasukkan dimensi ilahi dan membicarakan hubungan badan dan jiwa. 
Hubungan peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.

3. Paralelisme 
Sistem kejadian ragawi terdapat di alam sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.

4. Epifenomenalisme
Melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf.
Satu-satunya unsur untuk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

BADAN MANUSIA
Badan adalah elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia. 
Pandangan tradisional badan : kumpulan berbagai entitas materi yang berbentuk mahluk.

Hakikat badan bukan pertama-tama terletak pada dimensi materialnya tapi dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan. Seperti tertawa, menangis, berjalan, duduk dll.

JIWA MANUSIA
Badan manusia tidak memiliki apa tanpa jiwa. 
Pandangan tradisional jiwa : mahluk halus dan tidak bisa ditangkap indera. 
4 kemampuan dasar jiwa manusia menurut James P. Pratt 
1. Menghasilkan kualitas penginderaan.
2. Mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus.
3. Mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan.
4. Mampu memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan.

Agustinus 
Manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakkannya karena dorongan dari jiwa.

Praktek moral sehari-hari adalah tanda berfungsinya jiwa dalam diri seseorang.

KESIMPULAN
Realitas manusiawi - Realitas prinsipial terbentuk dari dua elemen yaitu material dan spiritual.
Badan dan Jiwa = satu kesatuan yang membentuk eksitensi manusia.
Jiwa tidak berfungsi dengan baik kalau tidak ada badan.
Badan manusia bukan mekanistik tapi dinamika dan jiwa itu sendiri.



Sumber : Power Point ringkasan Bpk. Dr. raja Oloan Tumanggor

Wednesday, September 24, 2014

Ringkasan materi 23 september 2014

ETIKA

etika berasal dari bahasa yunani kuno, Ethos = kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik.

Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia yang dilakukan secara bebas dan sadar dan dijadikan sasaran pemikiran suatu hal yang dipelajari.

Beberapa definisi etika
- Bertens 
Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya yang disebut juga sebagai "sistem nilai" dalam hidup manusia perorangan atau hidup bermasyarakat.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia
Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban.
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Etika dibedakan menjadi 2

1. Etika peringai 
Adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai mansia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah tertentu dan pada waktu tertentu pula. Berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilain perilaku.
2. Etika moral
Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia apabila dilanggar timbul kejahatan atau perbuatan yang tidak baik.

Arti etika sebagai

- Sebagai ilmu 
Ilmu tentang apa yang baik dan aoa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
- Sebagai kode etik
Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
- Sebagai sistem nilai
Nilai mengenai benar atau salah yang dianut oleh suatu golongan masyarakat.


Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia yang dilakukan secara bebas dan sadar dan dijadikan sasaran pemikiran suatu hal yang dipelajari.
Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.

Berdasarkan kajian ilmu

1. Etika normatif
Mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada untuk mendapatkan norma dasar yang dapat dipertanggung jawabkan.
2. Etika fenomenologis
Mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gelala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma dan lain-lainnya

3 Sistemika Etika
1. De Vos (1987)
Etika :
- Etika Deskriptif
   a. Sejarah kesusilaan
   b. Fenomenologi kesusilaan
- Etika Normatif
2. K. Bertens (1993)
Etika :
- Etika Deskriptif
- Etika Normatif
  a. Etika Umum
  b. Etika Khusus
- Metaetika
3. Franz Magnis-Suseno (1991)
Etika :
- Etika Umum
- Etika Khusus
   a. Etika Individual
   b. Etika Sosial :
       - Sikap terhadap sesama
       - Etika keluarga
       - Etika Profesi : Biomedis, Hukum, Bisnis, Ilmu pengetahuan dll
       - Etika Politik
       - Etika Lingkungan Hidup
       - Etika Ideologi - ideologi



Tuesday, September 23, 2014

Ringkasan materi 22 september 2014

SILOGISME

Silogisme adalah simpulan dari dua premis menjadi suatu keputusan yang baru. Silogisme memiliki prinsip apabila premis benar, maka kesimpulan yang dihasilkan juga akan benar.

Silogisme Kategoris
adalah silogisme yang premis dan simpulannya merupakan suatu pernyataan tanpa syarat.

"Bila penalaran yang diberikan adalah baik, maka silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya"

Berikut ini adalah jenis dari Silogisme Kategoris 
1. Kategoris Tunggal
Bentuk Pertama : premis minor sebagai penegasan, premis mayor bersifat umum.
Bentuk Kedua : salah satu premis bersifat negatif, premis mayor bersifat umum
Bentuk Ketiga : premis minor merupakan penegasan, kesimpulan bersifat partikular.
*Premis minor menggunakan kata "ada/sebagian"
Bentuk Keempat : premis minor merupakan penegasan, kesimpulan bersifat partikular.
*Premis minor menggunakan kata “semua/setiap"

2. Kategoris Majemuk
adalah silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap dan dapat lebih dari 3 premis.

Berikut adalah jenis-jenis kategoris Majemuk 
Epicherema 
Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan

Enthymema 
Silogisme yang salah satu premis / simpulannya dilampaui dan juga tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.

Sorites 
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Premis itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu menjadi subjek putusan berikutnya.



Sumber : Power Point karangan Dr. Raja Oloan Tummanggor

Ringkasan materi 19 september 2014 (2)

LOGIKA

Logika berasal dari bahasa yunani, yaitu Logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan atau diutarakan lewat bahasa
Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang di pertanggungjawabkan secara rasional.
Secara singkat logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat.
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu.

Obyek Logika
1. Obyek material adalah manusia itu sendiri.
2. Obyek formal adalah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat dan tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.Yy

Manfaat Belajar Logika
1. Membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional dan metodis.
2. Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak.
3. Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4. Menambah kecerdasan berpikir sehingga bisa menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.

Macam-macam Logika
1. Logika kodrati
Suatu suasana saat akal budi berkerja menurut hukum logika secara spontan.
Biasanya sudah menjadi kebiasaan
2. Logika ilmiah
Berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari.
Biasanya di pelajari berbagai aturan, hukum dan asas agar di peroleh pemikirian yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan secara rasional.
3. Logika formal
Yang berbicara tentang kebenaran bentuk.
4. Logika material/isi
Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi apabila pernyataan-pernyataan yang membentuk argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.

CRITICAL THINKING
Berpikir kritis
Pengertian menurut beberapa ahli
1. Chaffee, 1990
Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklasifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
2. Strader, 1992
Pemeriksaan atau pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu prespektif baru.

Karakteristik berpikir kritis
1. Rasional, Reasonable & Reflektif
Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti bukan atas dasar keinginan pribadi dan tidak melompat pada kesimpulan.
2. Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif 
Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalkannya, masik akal dan berkerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal. Tidak menerima atau menolak ide ide kecuali memang mengerti hal tersebut.
3. Otonomi
Berpikir dengan pikiran sendiri dan tidak mudah di manipulasi.
4. Kreatif 
Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep.
5. Adil
Tidak berpihak
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.

Pemikiran kritis di Psikologi akan mempraktekkan ketrampilan kognitif dalam :
1. Analisa
2. Aplikasi standar
3. Diskriminasi
4. Pencarian informasi
5. Pembuatan alasan logis
6. Prediksi  
7. Transformasi pengetahuan

5 model berpikir kritis 
T : Total recall
H : Habits
I : Inquiry
N : New ideas and Creativity
K : Knowingbhow you think

1. Total Recall
Mengingat fakta atau suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika di butuhkan.
Total recall juga diartikan sebagai kemampyan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakansesuatu yang di pelajari dan disimpan dalam pikiran.

2. Habits (Kebiasaan) 
Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir karena sering dilakukan berulang-ulang

3. Inquiry (Pencarian informasi)
Memeriksa isu-isu secara mendala  dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata.

4. New ideas and Creativity
Seseorang yang berpikir kritis selalu akan memunculkan ide-ide yang baru dan berpikir secara lebih kreatif dalam segala situasi.

5. Knowing you think (Mengetahui apa yang kamu pikir)
Berpikir bagaimana cara seseorang dapat berpikit apa yang dipikirkannya.
Seorang yang berpikir kritis akan mengupas lebih dalam lagi mengenai fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini.


Monday, September 22, 2014

Menganalisa Jurnal

MENGANALISA JURNAL 

MENERAPKAN TEORI KEPEMIMPINAN 
TRANSFORMASIONAL DALAM MENGOPTIMALKAN KINERJA DOSEN

Konstruksi Teori
Konstruk dalam jurnal ini antara lain :

Kepemimpinan transformal
Tipe kepemimpinan modern mampu memberikan pengaruh pada seorang perkerja dalam melakukan kewajiban perkerjaan utamanya. Kepemimpinan transformal dapat menginspirasi pengikutnya serta meningkatkan motivasi dan komitmen anggota kelompok tanpa mempedulikan akibat negatifnya. Dan juga dapat mendorong seseorang untuk mencari ide-ide baru dalam memecahkan masalah, berperilaku kreatif dan inovatif, meningkatkan rasa percaya diri, berperilaku etis, berkomitmen jangka panjang dan mampu meningkatkan kepuasan kerja, motivasi serta kinerja seorang pegawai. Dosen mengharapkkan sosok pemimpin yang mampu untuk menjadi panutan bagi bawahan dan memberikan visi misi, menghasilkan rasa hormat, percaya dan bangga, serta memperlihatkan standar etika moral yang tinggi. Dan juga mampu memotivasi dan menginspirasi bawahannya dengan cara memberi makna dan tantangan serta menciptakan harapan-harapan yang dikomunikasikan secara jelas sehingga bawahannya terinspirasi. Agar dapat mencapai nya pemimpin harus mampu menerapkan gaya memimpin sesuai dengan tipe kepemimpinan transformasional.
Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah sikap umum individu terhadap perkerjaannya. Para perkerja membutuhkan interaksi dengan rekan kerja dan para atasannya agar dapat puas dalam perkerjaannya.
Kinerja
Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Faktor yang mempengaruhi kinerja individu merupakan kualitas dan kuantitas tertentu yang diakibatkan oleh kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar serts keinginan untuk berprestasi. Kinerja juga dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu kemampuan psikologis yang terdiri dari kemampuan potensi dan kemampuan realitas, dan yang terakhir adalah faktor motivasi.



Penilaian kerja 
Merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien, karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada didalam organisasi.

ANOTASI
Kepemimpinan transformal adalah tipe kepemimpinan yang dapat memberikan motivasi dan dapat mengembangkan kreatifitas dan pola pikir inovatif seseorang. Dan juga dapat membuat seseorang berperilaku baik sehingga pada akhirnya seseorang dapat bekerja secara maksimal dan pada akhirnya suatu organisasi dapat mencapai kepuasan kerja dalam bentuk tercapainya harapan-harapan bersama yang di inginkan. 
Kinerja merupakan hasil dari pekerjaan yang telah dilakukan, apakah tujuan akhir dari sebuah pekerjaan tercapai atau tidak. Kinerja yang baik dapat terbukti apabila tujaun akhirnya tercapai, maupun sebaliknya.

KONFIRMASI
Hipotesis dari penelitian tersebut adalah : 
Kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap komitmen dan kepuasan kerja pegawai serta berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan. Tipe kepemimpinan transformasional merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam rangka meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja dosen pada suatu organisasi perguruan tinggi. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
Memberikan peningkatan baik pada kepuasan dosen dalam bekerja maupun kinerja dosen secara keseluruhan
Mampu memberikan kontribusi yang relatif tinggi bagi peningkatan kinerja dosen di organisasi perguruan tinggi
Kinerja positif dan berkualitas merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas akademik

Analisis Reability theory

Penelitian ini sudah dilakukan oleh tokoh-tokoh lama dan mereka menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional dapat memberikan pengaruh baik, oleh karena itu, penulis memberikan hipotesis bahwa
Kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap komitmen dan kepuasan kerja pegawai serta berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhanDan pada akhir penelitian, penulis mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan kualitas akademik. Maka, penelitian yang telah dilakukan memiliki hasil yang sama dengan teori yang telah diungkapkan sebelumnya.

Ringkasan materi 19 September 2014 (1)

SUBYEKTIVISME & OBYEKTIVISME

SUBYEKTIVISME
Pengetahuan dipahami sebagai keyakinan yang dianut oleh individu. 

Pendukung pandangan ini adalah

 
  • Aristoteles, Plato dan Rene Descartes
Menurut Rene Descartes
"Cogiti ergo sum cogitans" saya berpikir maka saya adalah pengada yang berpikir.
Ketika Descartes berbicara tentang "berpikir", ia tidak bermaksud secara eksklusif pada penalaran saja tetapi melihat, mendengar, merasa, senang atau sakit, kehendak termasuk dalam kegiatan "berpikir".
  • Kaum Solipsisme (solo ipse)
  • Kaum Realisme Epistemologis
berpendapat bahwa kesadaran menghubungkan 'saya' dengan "apa yang lain" dari diri saya.
  • Kaum Idealisme Epistemologis
berpendapat bahwa setiap tindakan berakhir di dalam suatu ide yang merupakan suatu peristiwa subyektif murni.

Ciri-ciri pendekatan Subyektivisme 
  • Memikirkan suatu pengetahuan sebagai suatu keadaan mental yang khusus atau semacam kepercayaan yang istimewa. seperti sejarah, kepercayaan yang lain dan seterusnya.
  • Pengalaman subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari data inderawi diri sendiri.
  • Prinsip subyektif tentang alasan cukup, karena pengalaman bersifat personal, benar secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari diri subyek.
OBYEKTIVISME
Suatu pandangan yang menekankan bahwa butir-butir pengetahuan manusia dari masalah yang sederhana sampai teori yang kompleks dan mempunyai sifat dan ciri yang melampaui keyakinan dan kesadaran individu.

Pendukung pandangan ini adalah 
  • Popper
  • Latatos 
  • Marx
3 Pandangan dasar Obyektivisme
  1. Kebenaran itu independen terlepas dari pandang subyektif
  2. Kebenaran itu datang dari bukti faktual
  3. Kebenaran hanya bisa didasari oleh pengalaman inderawi
Perbedaan antara obyek khusus dan obyek umum
  • Obyek khusus, merupakan data yang ditangkap oleh satu indera. misalnya, warna, suara, bau dan lainnya.
  • Obyek umum, merupakan data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. misalnya keluasan dan gerakan yang dapat dilihat atau diraba oleh indera lainnya.

Sunday, September 21, 2014

Ringkasan Materi 18 September 2014

EPISTEMOLOGI

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Episteme = Pengetahuan dan Logos = Ilmu.
Jadi epistemologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan.

Epistemologi atau teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia yang diperoleh manusia melalui akal dan panca indera berbagai metode, seperti metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.

Sifat- Sifat Epistemologi :
1. Secara kritis
mempertanyakan atau menguji cara kerja, pendekatan, kesimpulan yang ditarik dalam kegiatan kognitif manusia
2. Secara normatif
menentukan tolak ukur atau norma penalaran tentang kebenaran pengetahuan
3. Secara evaluatif
menilai apakah suatu keyakinan atau pendapat suatu teori pengetahuan dapat di pertanggung jawabkan dan dijamin kebenarannya secara logis dan akurat.

Dasar dan Sumber Epistemologi
1. Pengalaman manusia
2. Ingatan (Memory)
3. Penegasan tentang apa yang di amati
4. Minat dan rasa ingin tahu
5. Pikiran dan penalaran
6. Logika, berpikir tepat dan logis
7. Bahasa, ekspresi pemikiran manusia
8. Kebutuhan hidup manusia

Metode untuk memperoleh pengetahuan
1. Empirisme
Empirisme adalah suatu cara atau metode dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman. 

John Locke, Bapak empirisme Britania
Ia mengatakan bahwa pada waktu manusia dilahirkan akalnya merupakan jenis catatan yang kosong dan di dalam buku catatan itulah dicatat pengalaman inderawi. Seluruh sisa pengetahuan kita diperoleh dengan menggunakan serta membandingkan ide-ide yang diperoleh dari penginderaan.




2. Rasionalisme
Rasionalisme adalah metode dalam memperoleh sumber pengetahyan yang berlandaskan akal pengalaman yang dipandang hanya sejenis perangsang bagi suatu pikiran

Rene Descartes, penganut rasionalisme
Ia meyakini bahwa kebenaran dan kesesatan terletak dalam pikiran atau ide kita. Kebenaran hanya ada di dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh dari gejala-gejala yang terjadi.









3. Fenomenalisme 
Fenomenalisme adalah metode dalam memperoleh sumber pengetahuan dengan menggalu pengalaman dirinya sendiri

Immanuel Kant
Ia menguraikan tentang pengalaman yang diperoleh dengan merangsang alat indrawi kita dan diterima oleh akal kita serta disusun secara sitematis.










Teori Kebenaran dalam Ilmu pengetahuan
1. Korespondensi
Kebenaran terjadi apabila subjek yakin bahwa objek memang sesuai dengan kenyataan.
2. Koherensi
Kebenaran terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek.
3. Pragmatik
Kebenaran terjadi apabila sesuatu memiliki kegunaan
4. Konsensus
Kebenaran terjadi apabila ada kesepakatan yang diikuti oleh alasan tertentu.
5. Semantik
Kebenaran terjadi apabila orang mengetahui secara tepat tentang arti suatu kata

Friday, September 19, 2014

Ringkasan materi 16 september 2014

PENCABANGAN FILSAFAT


Tokoh-Tokoh yang berjasa membuat pembagian filsafat
  1. Aristoteles : Filsafat Spektulatif/Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat
  2. Christian Wolff (1679-1754) : Logika, Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis, Etika
  3. Will Durant (The Story of Philosophy, 1926) : Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.
  4. Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte Encyclopaedie-ENSIE : Metafisika, Logika, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Filsafat. Naturalis, Fils. Kultural, Fils. Sejarah, Estetika, Etika, Fils. Manusia
  5. The World University Encyclopedia : Sejarah filsafat, Metafisika, Epistemologi, Logika, Etika, Estetika


Pembagian Cabang Filsafat Secara Umum
1. Epistemologi
Filsafat ilmu pengetahuan
2. Metafisika
Ontologi, Kosmologi, Teologi metafisik, Antropologi
3. Logika
Ilmu yang berpikir kritis
4. Etika
Filsafat tentang tingkah laku
5. Estetika
Filsafat tentang keindahan
6. Aksiologi
Filsafat Khusus seperti ilmu: Fils. Pendidikan, Fils. Agama, Fils. Hukum, Fils. Ekonomi, dan lain lain

EPISTEMOLOGI

Etimologis / episteme = pengetahuan
logos = kata, pikiran, percakapan, ilmu
jadi, Epistemologi adalah kata, pikiran, percakapan tentang pengetahuan atau ilmu pengetahuan

PENGETAHUAN


Pengetahuan memiliki subjek, yakni yang mengetahui, dan objek yaitu sesuatu yang ikhwalnya kita ketahui dan Pengetahuan berhubungan dengan kebenaran. 


TIGA JENIS PENGETAHUAN
1. Pengetahuan biasa
  pra-ilmiah, karena hasil pencerapan indrawi dan hasil pemikiran rasional yang masih harus diuji lebih lanjut kebenarannya.
2. Pengetahuan ilmiah
  diperoleh lewat metode ilmiah dan dpt dijamin kepastian kebenarannya
3. Pengetahuan filsafati
  pemikiran resional yang didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, analitis dan sistematis

Sumber-sumber pengetahuan menurut beberapa ahli
1. Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz : akal budi atau rasio.
2. Bacon, Hobbes, Locke: pengalaman inderawi. Seluruh ide, konsep manusia berasal dari pengalaman, dan bersifat aposteriori.
menurut John Locke: ide manusia berasal dari sensasi, refleksi terhadap ide sensatif itu
3. Immanuel Kant: Walau ide dan konsep apriori, dia bisa diaplikasikan bila ada pengalaman

Kesahihan Pengetahuan
Beberapa teori kesahihan pengetahuan:
  - Teori kesahihan koherensi : proposisi diakui sahih bila ia memiliki hubungan dengan gagasan proposisi sebelumnya yang sahih
  - Teori kesahihan korespondensi : pengetahuan sahih, bila proposisi bersesuaian dengan realitas, punya kaitan erat dengan kepastian inderawi
  - Teori kesahihan pragmatis : pengetahuan sahih bila proposisi punya kegunaan bagi yang memiliki pengetahuan
  - Teori kesahihan logikal : memiliki term berbeda, tapi berisi informasi sama dan tak perlu dibuktikan lagi.

METAFISIKA
meta ta physika yang artinya sesudah fisika

Pembagian Metafisika
1. Metafisika Umum (Ontologi)
Membahas segala sesuatu yang ada dan secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu
2. Metafisika Khusus (Teologi Metafisik)
Kosmologi: (kosmos dunia/ketertiban, logos kata, ilmu) percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dati seluruh realitas
Teologi metafisik dikenal juga dengan theodicea yang membahas tentang kepercayaan kepada Allah di tengah realitas kejahatan yg merajalela di dunia