Saturday, October 4, 2014

Ringkasan materi 3 oktober 2014

EKSISTENSIALISME

EKSISTENSIALISME

Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.

Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi.

Etimologis : ex = keluar, sistentia ( sistere ) = berdiri. 

Manusia bereksistensi adalah manusia baru menemukan diri sebagai aku dengan keluar dari dirinya. 

Eksistensialisme dari segi isi bukan satu kesatuan, tapi lebih merupakan gaya berfilsafat. 

Beberapa tokoh filsafat yang menganut gaya eksistensialisme
Kierkegaard, Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre, dll. 

Sulit menyeragamkan definisi mengenai eksistensialisme, karena adanya perbedaan pandangan mengenai eksistensi itu sendiri. 
Namun satu hal yang sama : filsafat harus bertitik tolak pada manusia konkrit, manusia sebagai eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi.


Ciri - ciri eksistensialisme
1. Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
2. Bereksistensi harus diartikan secara dinamis.Bereksistensi berarti menciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
3. Manusia dipandang terbuka, belum selesai.Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya.
4. Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.

Friday, October 3, 2014

Jawaban dari sesi tanya jawab 27 september 2014


1. Apa maksud intelegensi manusia terletak dari obyektivitas? - Cardinsa (F4)
Karena manusia diciptakan dan dengan dilengkapi dengan kecerdasan yang memiliki kemampuan luar biasa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain dan kecerdasan sebagai suatu kemampuan inipulalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dimuka bumi ini, dengan kecerdasan ini pula masyarakat dapat menjalani kehidupan yang dinamis.

2. Mengapa intelegensi manusia dewasa terletak pada obyektivitas? - (Alethia + Triple B)
Intelegensi manusia terletak pada objektivitasnya karena orang dapat melihat hak-hak yang dalam pada diri manusia itu sendiri, untuk mencapai hakikat dan realitas.

3. Bagaimana perbandingan intelegensi dewasa dan anak-anak? - (Legato)
Perbedaan intelegensi anak anak dan dewasa terletak pada kematangan. Tiap organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap organ(fisik maupun non fisik) dapat dikatakan telah matang jika telah mencapai kesangupan menjalangkan fungsinya masing-masing. Anak tidak dapat memecahkan soal-soal tertentu karena soal-soal itu masih terlampau sukar baginya. Organ-organ tubuhnya dan fungsi-fungsi jiwanya masih belum matang untuk mengenai soalitu dan kematangan erat hubungannya dengan umur. Yang kedua adalah pembentukan, pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang yang mempengaruhi perkembangan intelegensi. Dapat kita bedakan pembentukan sengaja seperti yang dilakukan disekolah-sekolah (pendidikan saat ini berbeda dengan zaman dulu) dan pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam sekitar).

Intelegensi dan Pengetahuan Manusia

Kompleksitas Pengetahuan Manusia
Pengetahuan nilai bagi makhluk yang mempunyai pengetahuan adalah suatu kekayaan dan kesempurnaan. Ada suatu korealasi antara pengetahuan dan “ada”, antara tingkat pengetahuan suatu “pengada” dan tingkat kepenuhan yang dapat diberikannya kepada sksitensinya (Leahy.2001:95). Berkat pengetahuanlah semua yang terdapat di dalam dan di luar kita dapat menjadi nyata. Pengetahuan kita adalah sekaligud inderawi dan intelektif.Inderawi mencapai secara langsung, melalui penglihatan,telinga,indrawi batin memperlihatkan pada kita ,dengan ingatan dan khayalan, baik yang tidak ada lagi atau yang belum pernah.

Pengetahuan adalah perseptif ketika sampai muncul secara spontan, ia memungkinkan kita untuk menyesuaikan secara langsung dengan situasi yang disajikan menyatakan dirinya lebih melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan, dari pada dengan perkataan yang dipikirkan dan keterangan yang jelas.

Pengetahuan adalah reflektif membuat objektif kodrat dari manusia realitas apa pun. Mengungkapkannya baik dalam bentuk ide, konsep, definisi dan putusan maupun bentuk lambing, mitos atau karya.

Pengetahuan adalah diskurif memperhatikan suatu objek dari benda, kemudian suatu aspek yang lain, pergi dari dating dari keseluruhan ke bagian - bagian dan dari bagian - bagian ke seluruhan, dari akibat ke sebab dan dari seba akibat, prinsip ke konsekuensi dan dari konsekwensi ke prinsip dan sebagainya.

Pengetahuan adalah induitif menangkap secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, melompat dari suatu unsur atau tanda langsung ke kesimpulan. 
Langkah - langkah yang harus dilewati berkat refleksi, deduksi dan analaisis, antara titik tolak suatu masalah dan pemecahannya.

Pengetahuan adalah induktif ketika ia menarik yang universal dari yang individual.Deduktif ketika, sebaliknya, ia menarik yang individual dari yang umum atau universal.
Pengetahuan adalah kontemplatif ketika ia mempertimbangkan hal -hal dalam dirinya sendiri dan untuk dirinya.

Pengetahuan adalah spekulatif ketika ia mempertimbangkan hal - hal dalam ide - ide atau konsep -konsep tentang hal - hal itu.

Pengetahuan menjadi praktis kalau ia mempertimbangkan hal - hal menurut bagaimana mereka bisa digunakan.

Pengetahuan juga bersifat sinergis apabila ia menggunakan seluruh keadaan dari subjek ( yang sedang mengetahui ), keseluruhan yang dikoordinasikan dari anggota - anggotanya, organ-organnya, kemampuan - kemampuannya yang indrawi.

Arti pengetahuan
Pengetahuan adalah kegiatan yang mempengaruhi subjek ( yang mengetahui) dalam dirinya. Pengetahuan adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subjek. Pengetahuan adalah suatu kesempurnaan yang mengembangkan eksistensi.Mengetahui merupakan kegaiatan yang menjadikan subjek berkomunikasi.Relasional karena lewatnyalah saya masuk ke dalam hubungan, ada dalam hubungan dengan suatu yang lain.Trans-subjektif dengan pengertian bahwa kegiatan yang menjadikan orang keluar dari keterbatasan-keterbatasannya dan mentransendensikan subjektivitasnya.

Andaikan pengetahuan

1. Dari segi subjek
Supaya makhluk hidup itu bias mempunyai kesempurnaan yang dinamakan pengetahuan, dikarakterisasikan :
a.Keterbukaan
B.Kemampuan menyambut
c.Interiotas

Akar asal semua karakter itu adalah dimensi supramaterial si pengenal.

2. Dari segi objek
Bentuk suatu benda adalah bukan hanya apa yang memberi kodrat, tetapi juga memberikan kegiatan dan tujuan tertentu kepadanya. Dari bentuknya benda menerima baik “ada” maupun donamisme dari tujuan khas. Mengerti bentuk dalam arti eidos suatu objek adalah juga menangkap orientasi dan signifikasi, adalah mengerti mengapa dan untuk apa dia dibuat. Misalnya, menangkap eidos pisau berarti mengerti sekaligus untuk apa pisau dibuat. Watak kodrati pengetahuan manusia yang paling tinggi, yaitu pengetahuan intelektif, maka perlu dilengkapi dengan “manusia mengerti”