Tuesday, September 23, 2014

Ringkasan materi 19 september 2014 (2)

LOGIKA

Logika berasal dari bahasa yunani, yaitu Logikos yang berarti sesuatu yang diungkapkan atau diutarakan lewat bahasa
Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas-asas atau aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang di pertanggungjawabkan secara rasional.
Secara singkat logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus atau tepat.
Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu.

Obyek Logika
1. Obyek material adalah manusia itu sendiri.
2. Obyek formal adalah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat dan tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.Yy

Manfaat Belajar Logika
1. Membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional dan metodis.
2. Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak.
3. Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
4. Menambah kecerdasan berpikir sehingga bisa menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.

Macam-macam Logika
1. Logika kodrati
Suatu suasana saat akal budi berkerja menurut hukum logika secara spontan.
Biasanya sudah menjadi kebiasaan
2. Logika ilmiah
Berusaha mempertajam akal budi manusia agar dapat bekerja lebih teliti atau tepat sehingga kesesatan dapat dihindari.
Biasanya di pelajari berbagai aturan, hukum dan asas agar di peroleh pemikirian yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan secara rasional.
3. Logika formal
Yang berbicara tentang kebenaran bentuk.
4. Logika material/isi
Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi apabila pernyataan-pernyataan yang membentuk argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.

CRITICAL THINKING
Berpikir kritis
Pengertian menurut beberapa ahli
1. Chaffee, 1990
Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati atau memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklasifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu.
2. Strader, 1992
Pemeriksaan atau pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu prespektif baru.

Karakteristik berpikir kritis
1. Rasional, Reasonable & Reflektif
Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti bukan atas dasar keinginan pribadi dan tidak melompat pada kesimpulan.
2. Melibatkan Skepticism yang sehat dan konstruktif 
Menaati peraturan setelah berpikir panjang dengan mencari pemahaman, merasionalkannya, masik akal dan berkerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal. Tidak menerima atau menolak ide ide kecuali memang mengerti hal tersebut.
3. Otonomi
Berpikir dengan pikiran sendiri dan tidak mudah di manipulasi.
4. Kreatif 
Menciptakan ide-ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep.
5. Adil
Tidak berpihak
6. Dapat dipercaya dan dilakukan
Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.

Pemikiran kritis di Psikologi akan mempraktekkan ketrampilan kognitif dalam :
1. Analisa
2. Aplikasi standar
3. Diskriminasi
4. Pencarian informasi
5. Pembuatan alasan logis
6. Prediksi  
7. Transformasi pengetahuan

5 model berpikir kritis 
T : Total recall
H : Habits
I : Inquiry
N : New ideas and Creativity
K : Knowingbhow you think

1. Total Recall
Mengingat fakta atau suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika di butuhkan.
Total recall juga diartikan sebagai kemampyan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakansesuatu yang di pelajari dan disimpan dalam pikiran.

2. Habits (Kebiasaan) 
Sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir karena sering dilakukan berulang-ulang

3. Inquiry (Pencarian informasi)
Memeriksa isu-isu secara mendala  dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata.

4. New ideas and Creativity
Seseorang yang berpikir kritis selalu akan memunculkan ide-ide yang baru dan berpikir secara lebih kreatif dalam segala situasi.

5. Knowing you think (Mengetahui apa yang kamu pikir)
Berpikir bagaimana cara seseorang dapat berpikit apa yang dipikirkannya.
Seorang yang berpikir kritis akan mengupas lebih dalam lagi mengenai fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini.




Logika (Induksi dan Deduksi)


Penalaran Induktif
Berpikir secara induktif artinya cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal untuk menarik kesimpulan umum. Atas dasar fakta yang memperlihatkan kesamaan yang kemudian dirumuskan menjadi kesimpulan umum.

Tiga ciri penalaran induktif
1. Premis penalaran induktif merupakan proposisi empiris yang ditangkap indera
2. Kesimpulan lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis
3. Meski kesimpulan tak mengikat, tapi manusia menerimanya. Jadi konklusi induksi punya kredibilitas rasional, yaitu probabilitas.

Generalisasi Induktif
adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala tertentu untuk menarik kesimpulan umum. 
Generalisasi Induktif memiliki prinsip bahwa apa yang terjadi beberapa kali dalam kondisi tertentu diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi. 

Tiga syarat membuat generalisasi
1. Tidak terbatas secara numerik atau tidak terikat pada jumlah tertentu
2. Harus dapat berlaku dimana saja
3. Dapat dijadikan dasar pengandaian.

Analogi Induktif
proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus yg lain yg punya sifat esensial yg sama (atas dasar persamaan)

Kebenaran konklusi dalam logika induktif, baik dalam analogi maupun generalisasi bersifat tidak pasti, karena hanya bersifat mungkin (probabel). 
Tinggi rendahnya probabilitas konklusi induktif dipengaruhi oleh :
1. Faktor fakta
Semakin besar jumlah fakta yang dijadikan dasar penalaran induktif, akan makin tinggi probabilitas konklusi dan sebaliknya.
2. Faktor analogi
Semakin besar jumlah faktor analogi dalam premis, makin rendah probabilitas konklusinya, dan sebaliknya.
3. Faktor disanalogi
Semakin besar faktor disanalogi dalam premis, akan makin tinggi probabilitas konklusinya, dan sebaliknya.
4. Faktor luas konklusi
Semakin luas konklusi, semakin rendah probabilitasnya, dan sebaliknya.

Hubungan sebab akibat merupakan salah satu bentuk penalaran induksi yang memiliki prinsip bahwa "suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu"


Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif selalu diungkapkan melalui metode penarikan kesimpulan secara silogisme.
Silogisme adalah suatu bentuk argumentasi yang bertitik tolak pada premis-premis untuk ditarik suatu kesimpulan. 
Premis-premis dari suatu argumentasi deduktif yang tepat berisi semua bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan kebenaran suatu kesimpulan (Jika premis benar maka kesimpulan benar).

Ciri-ciri Silogisme 
1. Semua pernyataannya adalah proposisi kategoris.
2. Terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan.

3. Dua premis dan satu kesimpulan secara bersama-sama memuat tiga term (kata) yang berbeda dan masing-masing trem tampak di dalam dua dari tiga proposisi

sumber : Power Point Bpk. Mikha Agus Widianto, M.Pd dan Romo Carolus Surhayanto, Lic. Theol

13 comments:

  1. Blognya menarik dan sangat membantu. 85 nilai buat kamu :)

    ReplyDelete
  2. background nya lucu huahahahahah
    isinya lengkap dan jelas
    gw kasi 90 ya

    ReplyDelete
  3. penjelasan mengenai logikanya mudah dimengerti, ringkas, dan tidak bertele-tele.. informasi nya sangat membantu...

    ReplyDelete
  4. bagus banget audyyy , 95 buat kamuuu

    ReplyDelete
  5. Penjelasannya ringkas dan mdh dimengerti aku ksh nilai 88

    ReplyDelete
  6. keren2 singkat padat dan jelas gw suka gaya lho 85 skorny :)

    ReplyDelete
  7. Nice blog :) nilainya 85 buat audy semangat ya

    ReplyDelete
  8. nice blog, background nya lucu hehe
    isinya mudah dimengerti
    92 ya buat kamu hehe :))

    ReplyDelete
  9. lucu banget backgroundnya, menarikk blognya 90 yaa

    ReplyDelete
  10. lucuuu semuanya dy lengkap lagi 90 yaaa

    ReplyDelete
  11. Background, font, dekorasinya lucu. Suka deh! Aku juga suka tulisan tulisan kamu yg kamu post disini.. 100 deh buat kamu ♥

    ReplyDelete