Tuesday, September 23, 2014

Ringkasan materi 22 september 2014

SILOGISME

Silogisme adalah simpulan dari dua premis menjadi suatu keputusan yang baru. Silogisme memiliki prinsip apabila premis benar, maka kesimpulan yang dihasilkan juga akan benar.

Silogisme Kategoris
adalah silogisme yang premis dan simpulannya merupakan suatu pernyataan tanpa syarat.

"Bila penalaran yang diberikan adalah baik, maka silogisme memperlihatkan alasan dan dasarnya"

Berikut ini adalah jenis dari Silogisme Kategoris 
1. Kategoris Tunggal
Bentuk Pertama : premis minor sebagai penegasan, premis mayor bersifat umum.
Bentuk Kedua : salah satu premis bersifat negatif, premis mayor bersifat umum
Bentuk Ketiga : premis minor merupakan penegasan, kesimpulan bersifat partikular.
*Premis minor menggunakan kata "ada/sebagian"
Bentuk Keempat : premis minor merupakan penegasan, kesimpulan bersifat partikular.
*Premis minor menggunakan kata “semua/setiap"

2. Kategoris Majemuk
adalah silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap dan dapat lebih dari 3 premis.

Berikut adalah jenis-jenis kategoris Majemuk 
Epicherema 
Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan

Enthymema 
Silogisme yang salah satu premis / simpulannya dilampaui dan juga tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit.

Sorites 
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Premis itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu menjadi subjek putusan berikutnya.



Sumber : Power Point karangan Dr. Raja Oloan Tummanggor




FALLACIA

Fallacia merupakan kesesatan atau kesalah pemikiran dalam logika karena terjadi kesalahan atas kesimpulan (penalaran yang tidak sehat). 

Kesalahan dalam kesimpulan tersebut dapat terjadi karena 
- Kesalahan fakta
- Kesalahan Penalaran
- Kesesatan Formal : kesesatan karena terdapat pelanggaran kaidah logika
- Kesesatan Informal : kesesatan dalam berbahasa (diksi)
  Contoh

a. Penempatan Kata depan yang keliru
b. Mengacau posisi subjek atau predikat
c. Ungkapan yang keliru
d. Amfiboli : Struktur kalimat yang bercabang
e. Aksen / Prosodi : kesesatan yang terjadi karena penekanan yang salah dalam pembicaraan
f. Bentuk pembicaraan : menyimpulkan kesamaan kosntruksi juga berlaku bagi yang lain
g. Kesesatan Aksiden : dikacaukan dengan hal yang hakiki

Kesesatan Presumsi
1. Generalisasi Tergesa-gesa
Contoh : orang batak dianggap keras
2. Non Sequitur
Contoh : Memang saya di hukum karena kemarin saya berdebat dengan orang tua saya.
3. Analogi Palsu
4. Penalaran melingkar
5. Deduksi Cacat
Contoh : orang yang tiap hari duduk di depan komputer, maka ia akan mati. 
Padahal belum tentu orang yang duduk di depan komputer akan mati
6. Pikiran Simplistis
Contoh : Karena dia orang gila, maka dia adalah orang yang yang harus dijauhi.

Menghindari Persoalan
1. Argumentum ad Hominem
Contoh : Jangan berteman dengannya karena ia adalah pengemis.
2. Argumentum ad Populum
Contoh : Jika anda menginginkan investasi besar maka bergabunglah di asuransi kita.
3. Argumentum ad Misericordian
Contoh : Seorang murid meminta keringanan bayaran dari sekolah karena ibunya yang sedang sakit.
4. Argumentum ad Baculum
Contoh : Karena berbeda suku, orang suka berpikir negatif.
5. Argumentum ad Auctoritatem
Contoh : semua orang harus mematikan lampu teras pada malam hari karena disuruh oleh pak RT.
6. Argumentum ad Ignorantiam
Contoh : Bila tidak bisa dibuktikan bahwa hewan berkaki 5 ada, maka hewan itu tidak ada.
7. Argumen untuk keuntungan seseorang
Contoh : Bapak gin akan membiayai perawatan ibu nya Din bila Din mau dinikahi oleh bapak gin.
8. Non causa pro causa
Contoh : Karena membaca surat palsu tentang makanan yang dimakannya, ia menganggap bahwa makanan itu penyebab ia sakit.

Kesesatan Retoris
1. Eufemisme / Disfemisme
Contoh : pembangkang yang benar disebut dengan reformator, sedangkan pembangkang yang tidak disenangi disebut pemberontak
2. Penjelasan retorik
Contoh : Dia tidak lulus ujian karena tidak teliti mengerjakan soal.
3. Steriotipe 
Contoh : Orang cina suka berdagang
4. Innuendo
Contoh : Saya tidak mengatakan bahwa pizza itu tidak enak, tapi mau mengatakan kotak itu bagus.
5. Loading Question
Contoh : Apakah anda masih sering terlambat ke kantor?
6. Weaseler
Contoh : 3 dari 5 orang dokter gigi menyarankan untuk memakai sikat gigi merek ini.
7. Downplay
Contoh : Jangan dianggap serius omongannya karena ia hanya seorang tukang sampah.
8. Hiperbola 
Contoh : Bahan produk ini adalah bahan terbaik di seluruh dunia
9. Pengandaian bukti
Contoh : Seseorang sales hp mengatakan bahwa hp ini irit baterai nya padahal belum dibuktikan kalau hp tersebut akan irit baterai nya.
10. Dilema Semu
Contoh : Dani menolak kue buatan Dini dan Dini langsung memberinya susu.


Sumber : Power Point buatan Bpk. Dr. Raja Oloan Tumanggor

5 comments:

  1. lucu, kreatif dan ga ngebosenin :3 90!

    ReplyDelete
  2. Bagus dan ada contohnyaaaa.... ^^

    ReplyDelete
  3. Bagus, keren dan terperinci. Tulisannya juga ga padet sama ga memusingkan~ keren keren

    ReplyDelete
  4. ada contohnya jadi bikin makin gampang dipahami hahaha 95 au :)

    ReplyDelete
  5. Semua post blognya lengkap banget! bagus,kompak sekali kelompok SFROZO ini. Nilainya 100!!! :)))

    ReplyDelete